Pages

Subscribe:

Rabu, 02 November 2011

Orb Walking

ORB WALKING


Orb Walking adalah salah satu cara untuk menyerang musuh sambil berjalan untuk range.
kegunaan Orb Walking adalah dapat mengejar musuh dan menyerangnya disaat yang bersamaan.


Sebenarnya ini termasuk trik dasar, tp dasar trik ini ada di animation Cancelling.
Trik ini digunakan untuk hero-hero yg punya skill bertarget, terutama yang memiliki skill orb atau Orb-walker dengan 0 cooldown. Caranya hampir sama dengan animation canceller, bedanya kamu tidak usah buru2 tekan ‘s’ untuk STOP. Kali ini kamu tinggal jalan aj, (klik maju).
Caranya yaitu pake skill orb mu yg bs di ‘autocast’ itu, tp gunakan dengan 'manualcast’ aj (tekan hotkeys).Pas 'senjata' itu sudah meluncur langsung klik maju, dan tekan lg hotkeysnya, maju lg,bgt strsnya.
Klo ‘auto cast’ nya diaktifkan pas setelah mlempar skill heromu akan langsung diam sejenak (jeda animasi) sebelum maju lg. Tujuannya supaya jarakmu dengan target tidak diperpanjang karena adanya jeda animasi itu.
 
Hero yang dapat memakai Orb Walking adalah :

1.Huskar (Burning Spear)


2. Traxex (Frost Arrow)


3. Encantressm (Impetus)


4. Bone Fletcher (Searing Arrow)


5. Obsidian Destroyer (arcane Orb)


6. Nortrom (Glaive Of Wisdom)

Selasa, 01 November 2011

Bumi adalah Jupiter yang Gagal

Planet-planet batuan, termasuk Bumi, sejatinya merupakan planet gas raksasa seperti Jupiter yang gagal terbentuk. Ini berdasarkan teori pembentukan planet terbaru yang diungkapkan oleh Sergei Nayakshin, astronom University of Leicester, seperti diberitakan Space.com.

Teori pembentukan planet yang umumnya dipercaya saat ini adalah akresi inti. Mulanya, ada piringan gas raksasa di sekitar bintang yang baru lahir.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/19/1720594620X310.jpg

Partikel debu pada piringan itu bergabung membentuk objek yang lebih besar disebut planetesimal yang kemudian membentuk struktur yang lebih besar.

Akibat proses itu, massa yang terbentuk pun lebih besar. Pada satu massa tertentu, disebut massa kritis, gravitasi akan menarik massa gas dari piringan yang terdapat di sekitar gumpalan tersebut.

Demikianlah, planet batuan kemudian terbentuk dari proses yang panjang dan rumit tersebut.

Teori baru yang diajukan Nayakshin disebut tidal downsizing. Berdasarkan teori ini, gumpalan gas pada awalnya terbentuk di zona yang jauh dari tempat planet umumnya ditemukan sejauh ini.

Dalam prosesnya, gumpalan gas mendingin dan menyusut menjadi planet yang masih tergolong massif, sekitar 10 kali ukuran Jupiter.

Selama penyusutan berlangsung, partikel debu yang terdapat dalam piringan gas bergabung menjadi lebih besar dan kemudian "jatuh" ke bagian tengah gumpalan gas, membentuk padatan yang solid di sana.

Di sinilah akhirnya terbentuk planet batuan primitif dengan pembungkus gumpalan gas di luarnya.

Peristiwa selanjutnya, piringan gas membawa planet primitif ini mendekati bintangnya. Gas pembungkus planet primitif ini kemudian "dimakan" oleh bintang induknya.

Bagian yang "selamat" hanya inti berwujud padat dan sebagian gas, terselamatkan karena massa jenisnya yang tergolong besar.

Proses perampasan gas pembungkus inilah yang kemudian membentuk planet Super Earth atau planet batuan seperti Bumi.

Dengan kata lain, Super Earth dan planet batuan pada dasarnya adalah planet gas yang tak memiliki kesempatan untuk tumbuh dewasa karena mekanisme di semesta serta "kejahatan" sang bintang.

Nayakshin menguraikan teori baru pembentukan planet ini di Monthly Notice jurnal Royal Astronomical Society yang terbit Agustus lalu.

Ia mengakui, sebagai sebuah teori baru, masih banyak kelemahan yang harus ditutupi dan masih harus diuji. Ia berharap para ilmuwan berkenan mengkaji lebih lanjut teori yang dipaparkannya.

Menanggapi teori Nayakhsin, Aaron Boley dari University of Florida yang melakukan penelitian tentang pembentukan planet gas raksasa mengatakan bahwa proses tidal disruption memungkinkan kehidupan berevolusi pada sistem bintang yang lebih bervariasi.

"Ini cara lain alam menciptakan planet," kata Boley. Makin banyak planet, makin besar potensi kehidupan.

Nayakhsin sendiri mengatakan, model akresi inti dan tidal disruption memiliki langkah-langkah fisik yang sama tetapi proporsinya berbeda.

"Dalam hal ini, model finalnya mungkin adalah gabungan," katanya. Ia juga menbambahkan bahwa planet batuan yang terbentuk pada proses tidal disruption mungkin berukuran "nol sampai 10 massa Bumi."

Sumber :
kompas.com

Ada Rahasia Tersembunyi Dalam Usus Panda

Panda raksasa, hewan yang menjadi ciri khas negeri China ternyata tidak begitu saja mengonsumsi bambu.

Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of National Academy of Sciences, ada mikroorganisme di usus mereka yang membantu mencerna tumbuhan itu meski usus mereka sebenarnya lebih cocok untuk makan daging.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/19/2214316620X310.jpg

Di dunia satwa, panda (Ailuropoda melanoleuca) merupakan hewan yang paling pilih-pilih dalam urusan makanan. Di alam bebas, mereka makan lebih dari 12 kilogram bambu setiap hari dan hanya sedikit mengonsumsi makanan lain.

Mereka perlu makan sebanyak itu karena meski bambu mengandung protein, gula, lemak, dan nutrisi lain, sebagian besar kalorinya terkunci di serat selulosa yang sulit dicerna.

Dari sebuah penelitian terhadap dua ekor panda, diketahui bahwa 92 persen selulosa dan 73 persen hemiselulosa pada bambu yang dimakan panda hanya ‘numpang lewat’ dan berakhir di feses.

Sebagian besar herbivora mengembangkan cara untuk memecah selulosa menjadi gula. Sebagai contoh, sapi dan hewan lain memiliki sistem pencernaan rumit yang memiliki beberapa perut yang penuh dengan mikroba. Mereka mencerna berkali-kali untuk mengekstrak nutrisi dalam jumlah maksimal.

Namun panda merupakan beruang, hewan yang umumnya mengonsumsi daging dan tidak memproduksi enzim yang dibutuhkan untuk mencerna selulosa atau memiliki mikroba seperti hewan herbivora.

Dari survei terhadap usus panda, ternyata hewan itu punya mikroorganisme yang sama seperti beruang hitam, beruang kutub, dan pemakan daging lainnya.

Fuwen Wei, ekolog dari Institute of Zoology, Chinese Academy of Sciences di Beijing kemudian memperhatikan lebih lanjut mikroba yang hidup di dalam usus panda.

Mereka mengumpulkan sampel dari 7 ekor panda liar di pegunungan Qinling dan Xiangling di China tengah dan barat, serta 8 ekor panda yang ada di penangkaran untuk diteliti DNA, bakteria dan juga gen mikrobial yang ada di usus mereka.

Meski panda liar dan panda yang ada di penangkaran mengonsumsi makanan serta punya gaya hidup yang berbeda (panda di penangkaran memakan lebih beragam makanan termasuk buah dan susu), mereka cenderung memiliki spesies mikroba yang sama di ususnya.

Kedua kelompok beruang itu punya enzim yang memecah selulosa menjadi gula yang lebih sederhana.

Enzim mikrobial itu membantu panda mengekstrak energi lebih banyak dari sedikitnya jumlah bambu yang berhasil mereka proses.

Mikroba ini merupakan bagian dari adaptasi evolusioner, selain rahang dan gigi yang kuat, jari dan tulang yang memungkinkan mereka mencengkram tangkai, yang membantu panda hidup hanya dari bambu meski mereka punya sistem pencernaan hewan karnivora.

Meski demikian, Ruth Ley, mikrobiolog dari Cornell University, New York menyebutkan, panda juga punya enzim pencerna selulosa yang lebih sedikit dibandingkan spesies herbivora non eksklusif seperti manusia.

"Kami melihat panda sebagai hewan yang beradaptasi dengan buruk. Cara utama bagaimana panda beradaptasi terhadap makanan berkualitas rendah bukanlah lewat mikrobiota seperti sebagian besar hewan lain, tetapi dengan cara makan terus menerus selama 15 jam per hari," ucapnya.

Sumber :
kompas.com

13 Fakta Seputar Penguin

Pernah nonton film Madagascar? Film animasi yang sempat menarik perhatian anak-anak dengan cerita soal hewan-hewan di salah satu kebun binatang. Diantara tokoh ceritanya, ada 4 penguin Skipper, Kowalski, Private dan Rico) yang begitu lucu. Sehingga dibuatkan film seri animasi tentang 4 penguin tersebut yaitu "The Penguin of Madagascar".

Penguin memang digemari oleh setiap orang di dunia ini. Warnanya yang hitam dan putih seolah memakai setelan tuxedo, berikut cara jalannya yang unik, siapa yang tidak jatuh cinta?





Ada 13 fakta seputar penguin yang perlu diketahui karena keunikannya. Apa sajakah itu?

1. Ada 18 spesies penguin di dunia. Sementara beberapa spesies berkembang, 13 dari mereka populasinya semakin menurun. Apalagi ancaman pemanasan global yang mencairkan es di kutub semakin memperparah keadaan penguin-penguin di kutub.

2. Penguin hanya ditemukan di belahan bumi selatan. Sementara kebanyakan orang hanya mengasosiasikan dengan penguin Antartika, sesungguhnya populasinya dapat ditemukan juga di Amerika Selatan, Afrika Selatan, Australia dan Selandia Baru.

3. Spesies penguin Utara adalah penguin Galapagos, yang hidup sepanjang tahun di dekat khatulistiwa.

4. Penguin kehilangan kemampuan untuk terbang jutaan tahun lalu, tapi sirip seperti sayap yang kuat dan tubuh ramping membuat mereka sangat hebat berenang, bahkan mereka adalah spesies burung yang dinobatkan sebagai perenang tercepat penyelam terdalam.

5. Saat berenang, penguin akan melompat di atas permukaan air. Mantel bulu mereka memiliki gelembung kecil yang mengurangi gesekan, dan memungkinkan mereka untuk berenang secepat 20 mil per jam (32 kpj).

6. Penguin termasuk burung atau hewan karnivora. Makanan mereka berbagai hewan laut yang berbeda, termasuk ikan, cumi, udang, dan hewan kecil lainnya.

7. Mata penguin bekerja lebih baik di bawah air daripada yang mereka lakukan di daratan. Bahkan air sekeruh apa pun, mereka masih bisa melihat mangsanya.




8. Penguin Kaisar (Emperor) adalah yang terbesar dari spesies penguin dan beratnya bisa sampai 90 pon (45 Kg). Penguin peri adalah yang terkecil dan beratnya hanya 2 kilogram.

9. Penguin mata kuning diyakini sebagai spesies penguin paling langka, populasinya tinggal sekitar 5.000 burung. Mereka hanya dapat ditemukan di sepanjang pantai tenggara Selandia Baru dan pulau-pulau terdekat.

10. Penguin adalah burung sosial yang membentuk koloni, dan biasanya memakai sistem penomoran pada setiap keturunannya. Jadi mereka pun punya sistem sensus yang hanya dimengerti oleh mereka saja.

11. Penguin Kaisar dan penguin Raja tidak membuat sarang. Bila mereka bertelur akan dierami dengan cara mendekapnya di kaki dan bisa tetap hangat karena ada kulit di bagian bawah badannya yang disebut 'brood pouch'.

12. Penguin Kaisar jantan akan mengerami telur mereka selama dua bulan di musim dingin tanpa makan sementara betinanya berada di laut. Selama waktu itu, mereka hidup dari cadangan lemak dan mungkin kehilangan setengah berat badan mereka. Ketika betinanya kembali segera setelah si anak menetas, kini giliran penguin jantan pergi mencari makan.

13. Tergantung pada spesies, seekor penguin liar dapat hidup 15-20 tahun. Selama hidup, penguin menghabiskan 75 persen waktu usianya di laut.


http://www.apakabardunia.com/2011/10/13-fakta-seputar-penguin.html